purnomo ajjah
Dibagikan kepada publik - 22.04
Mengolah Buku Harian Jadi Cerita Fiksi
Tulisan yang ada dibuku harian atau yang sering disebut diary bisa kita sulap menjadi sebuah cerita(story).Melalui proses mengubah cerita fakta menjadi cerita fiksi(story).Terganung karya apa yang akan kita olah,mau mengolah menjadi cerpen atau mungkin novel?Apapun yang akan kamu tulis,yang penting antara lain memenuhi persyaratan,adalah sebagai berikut;
1.Punya "selling-point"atau nilai jual.Artinya menarik untuk dibaca oleh orang lain dan dipasaran laku dijual(sebab penerbit hanya mau menerbitkan naskah yang mau dijual).
2.Tidak sulit diolah dan digarap menjadi story.
3.Ada bahan mendukung untuk mengubah dan mengembangkan diary menjadi story.Sebab dari diary menjadi story yang berarti menjadi karya fiksi.Maka perlu "bumbu"imajinasi dan ruh untuk menghidupkanynya.Jadi diary yang dijadikan stoey tidak menjadi garing.
4.Hindari rasa malu atau ragu-ragu dalam membuat diary menjadi story.Sebab rasa malu dan keraguan akan menggagalkan proses penulisan.
5.Jangan menunda proses penulisan.Maksudnya bila ingin menulis,langsung saja menulis,jangan ditunda-tunda.Sebab keinginan yang kuat merupakan energi dahsyat untuk berproduktivitas dan biasanya hasilnya optimal.
"selamat mencoba"
(Sumber;Cara Menulis Cerita Fiksi dari Buku Harian oleh;Naning Pranoto hal;30-31)
Tulisan yang ada dibuku harian atau yang sering disebut diary bisa kita sulap menjadi sebuah cerita(story).Melalui proses mengubah cerita fakta menjadi cerita fiksi(story).Terganung karya apa yang akan kita olah,mau mengolah menjadi cerpen atau mungkin novel?Apapun yang akan kamu tulis,yang penting antara lain memenuhi persyaratan,adalah sebagai berikut;
1.Punya "selling-point"atau nilai jual.Artinya menarik untuk dibaca oleh orang lain dan dipasaran laku dijual(sebab penerbit hanya mau menerbitkan naskah yang mau dijual).
2.Tidak sulit diolah dan digarap menjadi story.
3.Ada bahan mendukung untuk mengubah dan mengembangkan diary menjadi story.Sebab dari diary menjadi story yang berarti menjadi karya fiksi.Maka perlu "bumbu"imajinasi dan ruh untuk menghidupkanynya.Jadi diary yang dijadikan stoey tidak menjadi garing.
4.Hindari rasa malu atau ragu-ragu dalam membuat diary menjadi story.Sebab rasa malu dan keraguan akan menggagalkan proses penulisan.
5.Jangan menunda proses penulisan.Maksudnya bila ingin menulis,langsung saja menulis,jangan ditunda-tunda.Sebab keinginan yang kuat merupakan energi dahsyat untuk berproduktivitas dan biasanya hasilnya optimal.
"selamat mencoba"
(Sumber;Cara Menulis Cerita Fiksi dari Buku Harian oleh;Naning Pranoto hal;30-31)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar