Minggu, 17 November 2013
Rabu, 13 November 2013
Persyaratan Pengajuan Judul Skripsi/Tugas Akhir
Rabu, 13 November 2013
Persyaratan Pengajuan Judul Skripsi /Tugas Akhir Mahasiswa yang akan mengajukan penelitian memenuhi syarat-syarat sebagai berikut; 1.Telah mengumpulkan kredit/SKS sekurang-kurangnya 135 SKS dan diketahui oleh Penasehat Akademik.
2.Telah lulus mata kuliah konsentrasi dengan nilai minimal B sesuai dengan judul yang diajukan.
3.Telah lulus mata kuliah metodologi penelitian dengan minimal nilai C.
4.Telah lulus mata kuliah prasyarat,dengan nilai minimal C sesuai dengan kurikulum operasional.
5.Terdaftar sebagai mahasiswa dalam semester yang berjalan dan tidak memiliki tunggakan keuangan.
6.Mengisi Kartu Renana Studi(KRS) dengan mencantumkan skripsi/tugaas akhir sebagai salah satu kegiatan akademik dalam semester yang bersangkutan.
Pengajuan dan Persetujuan Judul Skripsi/Tugas Akhir
Pen ajuan judul skripsi/tugas akhir dilakukan setiap awal semester pada masing-masing program studi,sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
1.Peserta skripsi/tugas akhir mengajukan judul skripsi/tugas akhir yang dilengkapi dengan sinopsis yang menjelaskan ruang lingkup,nilai tambah yang ingin dicapai,serta bahan acuan yang digunakan.Usulan judul ini disusun sesuai dengan format yang terlampir tentang usulan penelitian skripsi/tugas akhir.
2.Ketua Program Studi menyetujui topik penelitian dan mengusulkan nama 2(dua)Dosen Pembimbing skripsi/tugas akhir yang telah disusun akan ditinjau oleh pembimbing menjadi dasar penentuan kelanjutan skripsi/tugas akhir.
Sumber;PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI/TUGAS AKHIR UNINDRA
Jumat, 08 November 2013
Tentang Kita
Aku Masih Mencintaimu
Tuutt.. tuutt.. (bel berdering)
“iya sebentar”
Klik.. !!! (membuka pintu) “silahkan masuk”
“eh tidak mbak, ini Cuma mau nganter undangan pernikahan temen SMAnya mbak aja” jawab pengantar undangan itu.
“owh, iya terimakasih ya..?”
“sama-sama mbak, pamit ya..?”
“iya”.
"undangan pernikahan dikasih ke aku, emang siapa yang menikah ya" pikirku, aku buka undangan itu dan betapa terkejutnya setelah melihat nama yang tertera di undangan itu ‘DANAR KELVINDA dan DIAN PUSPITA’. Ternyata mereka jadi menikah juga, dan usaha dian untuk memisahkan danar dari gangguan cewek-cewek lain membuahkan hasil, selamat ya buat kalian berdua. Pandanganku menerawang jauh saat kita masih SMA dulu.
Kebiasaanku saat masih SMA saat itu adalah membaca buku cerita atau novel sendirian di taman sekolah, hampir aku lakukan setiap hari. Hingga datang seorang cowok asing duduk disebelahku yang sedang membaca buku pula, aku hanya melirik dan dia akhirnya yang angkat bicara.
“ehm… maaf, aku boleh duduk sini kan..?”
“boleh aja, gak ada yang ngelarang, toh ini juga milik sekolah, siapa aja boleh pakek dong”ketusku dengan nada tak suka yang memang aku merasa terganggu dengan kedatangannya.
“kenalin, aku danar” sembari mengajak berjabat tangan.
“nia, kamu kelas berapa kok aku belum pernah liat kamu sebelumnya..?” tanyaku mulai mengembangkan senyum, dan ketika aku melihat wajah danar, cukup tampan dan tak jenuh untuk dipandang, manis sekali.
“3 Ipa 2, mungkin kamu yang nggak pernah mau bergaul dengan kelas lain, sampai-sampai tidak mengenal aku yang hampir 3 tahun sekolah disini”
“ya maaf, aku kurang suka aja, abisnya mereka gak sebanding sama aku, aku kan gak suka jalan-jalan, sedangkan mereka semua anak orang kaya yang suka jalan-jalan, ngabisin uang orang tuanya”
“nggak juga, ada yang nggak kok. Oh iya, aku perhatiin kamu sering banget kesini duduk sendiri, emang nggak pengen ditemenin ya..??”
“hobi sendiri, udah dulu ya, mau kekelas” sergahku cepat karena aku melihat sepasang mata yang sedang memperhatikanku dengan danar. Aku segera lari kekelas karena takut dicegah atau dicegat oleh danar ataupun oleh cewek itu.
Sejak kejadian itu, aku tak pernah berhenti memikirkan danar, terlebih sekarang sudah mulai dekat. Dimulai sms’n dan telfonan. ‘apa artinya ini, jangan sampek aku suka sama cowok yang udah punya cewek’, pikirku.
“hayyo.. ngelamun aja, mikirin danar ya..??” ledek sahabat dekatku.
“iya des, kenapa ya..??”
“ye… itu mah tanda-tanda jatuh cinta”
“sok tahu ah”
“iya, siapa juga yang sok tahu, aku juga pernah ngerasain kok, tapi aku saranin ati-ati aja sama dian”
“dian..? cewek yang selalu merhatiin aku itu maksud kamu..?”
“ya iyalah, kamu ini belum tahu ya ternyata, sekarang aku tanya, cowok paling keren, baik hati, tampan, trus gak sombong, sampek2 di jadiin favorit itu siapa coba..?”
“gak tahu lah.. emang siapa?”
“ya danar, tapi kasian dia, udah dijodohin sama orangtunya buat nikah sama dian, makanya dian sok berkuasa, padahal sifat dian sama danar itu beranding terbalik, dan kabar lagi klok dian itu cewek nggak bener”
“hush… nggak boleh ngatain orang sembarangan lah, nggak baik nyebar fitnah yang nggak2 desi”
“ya udah klok nggak percaya, aku mau makan dulu laper ini”
Aku hanya membalas dengan senyuman saja, senyuman yang sama seperti biasanya, senyuman yang biasa aku lemparkan untuk semua sahabat-sahabatku, termasuk danar. Walaupun aku diam-diam mulai menyayangi danar tapi aku coba untuk memendamnya dan biarkan ditelan oleh waktu, sekalipun gossip antara aku dan danar sudah mulai membengkak, aku akan terima semua, termasuk dian yang sebentar lagi akan mendatangiku (labrak). Oke… aku akan terima semua dan aku jelaskan semua.
Sekolah berakhir untuk hari ini, harus pulang cepet dan beres-beres rumah karena kakakku akan pulang dari bandung. Tapi naas banget, dian dan kawan-kawan udah stand by di gerbang dan aku tahu apa yang akan dia lakukan.
“heh.. cewek blagu, yang suka centil sama cowok orang lain..?” ketus dian.
“kamu panggil aku?” aku masih menunjukkan muka tenang seolah tak akan terjadi apa-apa.
“ya iyalah, masih nggak ngerasa aja lo” dian sudah siap ingin menampar aku tapi sebelum itu terjadi danar datang dan menghadang dian.
“dian, lo gak usah blagu, jangan mentang2 ortu gw njodohin kita, jangan se enaknya ngatur hidup gw, kita blom sah jadi suami istri, jadi jangan coba-coba ikut campur urusan gw, semua apa yg gw lakuin bukan urusan lo. Ngerti….!!!!”
“tapi kan sayang….” Belum selesai dian berbicara sudah ditinggal danar dan nia.
“kamu nggak apa-apa nia?”
“nggak kok makasih ya..?” niatku ingin menjauh dari danar tapi kalah cepat dengan genggaman tangannya.
“nggak usah kayak gitu nia, aku nggak suka kamu menjauhi aku,, apa kamu nggak ngerasain apa yang aku rasain..?”
“maksud kamu..?”
“aku sayang sama kamu, aku pengen hidup selamanya sama kamu, bukan sama dian, aku udah tahu semuanya tentang dian, aku nggak mau itu terjadi”
“maaf danar, aku nggak bisa. Kamu udah dijodohin sama orang tuamu, jadi hargai mereka, walaupun aku juga sayang sama kamu, aku akan menjauh dari kamu dan memendam rasa ini” selesai berkata aku berlari dan langsung naek kendaraan umum.
Aku sengaja menjauh dari danar, dan tak pernah kasih kabar untuknya. Sampai kuliah pun aku tak pernah kasih tahu dimana tempatnya.
***
Sekarang, memang ada rasa nyesel tapi turut berbahagia juga.
“hayo, ngelamunin apa?”
“eh kak adit ngagetin aja, nggak ngelamunin apa-apa kok. Kakak mau nikah kapan..?”
“nunggu kamu abis sarjana aja lah, kenapa emangnya dik..?”
“nggak apa2, Cuma Tanya”
“kakak tahu semuanya”
“hem.. bagus deh” aku hanya melempar senyum dan kekamar beres-beres kemudian berangkat ke kampus.
Memang tak terasa wisudaku sudah di ambang pintu, tapi rasanya aku masih ingin meneruskan kuliahku,, ah.. nggak mungkin, mau bayar pakek apa,, sedangkan duit aja nggak punya. Saat duduk sendiri, aku melihat dian kekampusku, ‘mau ngapain dia’ pikirku. Ternyata dian selama ini satu kampus denganku, kenapa aku tak pernah menyadari itu ya..?
Aku sudah wisuda, dan sebentar lagi bekerja, tapi kakakku tak kunjung menikah malah mau menunggu aku yang menikah duluan, aneh banget lah. Dan tak terasa pula hari pernikahan danar dengan dian telah tiba , aku terpaksa menghadirinya karena bujukan kak adit, kakakku sendiri. Akad nikah pun akan dilaksanakan, tapi sial mungkin saat menyebut nama mempelai wanita bukan menyebut nama dian, tetapi menyebut namaku. Aku bingung, kenapa jadi begini dan tak bisa berkutik sama sekali, hal itu pun terulang 3 kali sampai akhirnya orang tua danar bertanya kepada danar.
“danar, jangan bikin malu papa”
“siapa yang bikin malu papa, danar nggak bisa nyebutin nama dia, danar Cuma pengen sama nia pa”
“siapa nia..?”
“nia itu, dia” danar menunjuk aku dan semua mata tertuju padaku, aku tak tahan dibeginikan, akhirnya aku mengambil keputusan untuk meninggalkan tempat ini. Tapi kalah cepat lagi dengan danar..
“pliss nia, jangan menjauh dari aku, aku sayang banget sama kamu, aku Cuma pengen nikah sama kamu.” Tanpa memberiku kesempatan berbicara, aku diajak untuk duduk bersebelahan dengan danar. Aku hanya diam saja sekalipun dinikahkan dengan danar, yang bisa aku lakukan hanya menangis bahagia.
“danar, makasih ya, kamu masih menyimpan rasa cinta dan sayangmu untukku”
Danar tersenyum “rasa cinta dan sayangku tak akan pernah terganti oleh siapa pun nia”
Air mata dan senyuman bahagia selalu berkembang dan merekar indah…
TAMAT
Diposkan oleh Nurahman Zunika
LUKISAN HATI
Oleh Arief Darmawan
Aku ingin pulang kepada hati yg kucintai
tapi aku harus menunggu,
di setiap heningku tak pernah lelah kau menemaniku
walau itu hanya bayang-bayang senyummu yg bila kusentuh senyum itu pergi
Di setiap matahari pergi, s'lalu saja terlihat saat kau berpaling dan berjalan meninggalkanku
aku ingin bertahan untuk orang yang kucintai
karena kupikir tak mungkin hanya sebatas ini cintaku
Kunikmati kesepian-kesepian ini
dengan nada, dengan mimpi, juga dengan kenanganmu
biar saja rindu ini hidup di dasar hati
menunggu sampai waktu yang panjang menegurnya
sampai ia menemui apa yang ia inginkan, apa yang ia rindu
Telah kubingkai namamu, lihatlah sangat indah di dalam hati
dan perpisahan ini tak mampu merusaknya sama sekali
suatu hari nanti jika kita bersatu lagi, kan kubacakan puisi ini untukmu
dan jika tidak, kan kubacakan sajak ini pada matahari di senja hari, atau pada bulan yang s'lalu menanti ...
ini hanya sekedar lukisan hatiku saat ini, dan entah seperti apa di suatu hari
Selasa, 05 November 2013
Bacaan yang Tidak Disukai Pembaca
Menurut teori `creative writing`materi cerita pop yang dianggap tidak menarik oleh pembacanya,apabila berisi hal-hal berikut;
1.Gaya penulisannya bertele-tele.
2.Cerita yang menggurui.
3.Cerita yang berisi slogan munafik.
4.Cerita yang banyak mengungkapkan `flash back`(kiilas balik)
5.Bahasa yang dipergunakan sulit untuk dipahami(tidak komunikatif).
6.Penggunaan kata yang kurang tepat.
7.Bahasa yang dipergunakan untuk menulis banyak menggunakan istilah khas(jargon)yang tidak atau kurang dipahami awam.Misalnya istilah-istilah kedokteran,ilmu alam,atau matematika tanpa diberi penjelasan(catatan kaki).
8.Hanya menampilkan tokoh-tokoh yang biasa(berkarakter lemah/tidak heroik,tidak merangsang/tidak tampan atau cantik).
9.Nama-nama tokoh sulit diingat atau dianggap `kampungan`oleh pembacanya.
10.`Setting`yang tidak jelas.
11.Menampilkan gaya hidup yang dianggap usang ,kuno,atau terlalu umum(basi).
(SumberCara Menulis Cerita Fiksi dari Buku Harian oleh;Naning Pranoto/hal;46-47)
purnomo ajjah
Dibagikan kepada publik - 22.04
Mengolah Buku Harian Jadi Cerita Fiksi
Tulisan yang ada dibuku harian atau yang sering disebut diary bisa kita sulap menjadi sebuah cerita(story).Melalui proses mengubah cerita fakta menjadi cerita fiksi(story).Terganung karya apa yang akan kita olah,mau mengolah menjadi cerpen atau mungkin novel?Apapun yang akan kamu tulis,yang penting antara lain memenuhi persyaratan,adalah sebagai berikut;
1.Punya "selling-point"atau nilai jual.Artinya menarik untuk dibaca oleh orang lain dan dipasaran laku dijual(sebab penerbit hanya mau menerbitkan naskah yang mau dijual).
2.Tidak sulit diolah dan digarap menjadi story.
3.Ada bahan mendukung untuk mengubah dan mengembangkan diary menjadi story.Sebab dari diary menjadi story yang berarti menjadi karya fiksi.Maka perlu "bumbu"imajinasi dan ruh untuk menghidupkanynya.Jadi diary yang dijadikan stoey tidak menjadi garing.
4.Hindari rasa malu atau ragu-ragu dalam membuat diary menjadi story.Sebab rasa malu dan keraguan akan menggagalkan proses penulisan.
5.Jangan menunda proses penulisan.Maksudnya bila ingin menulis,langsung saja menulis,jangan ditunda-tunda.Sebab keinginan yang kuat merupakan energi dahsyat untuk berproduktivitas dan biasanya hasilnya optimal.
"selamat mencoba"
(Sumber;Cara Menulis Cerita Fiksi dari Buku Harian oleh;Naning Pranoto hal;30-31)
Tulisan yang ada dibuku harian atau yang sering disebut diary bisa kita sulap menjadi sebuah cerita(story).Melalui proses mengubah cerita fakta menjadi cerita fiksi(story).Terganung karya apa yang akan kita olah,mau mengolah menjadi cerpen atau mungkin novel?Apapun yang akan kamu tulis,yang penting antara lain memenuhi persyaratan,adalah sebagai berikut;
1.Punya "selling-point"atau nilai jual.Artinya menarik untuk dibaca oleh orang lain dan dipasaran laku dijual(sebab penerbit hanya mau menerbitkan naskah yang mau dijual).
2.Tidak sulit diolah dan digarap menjadi story.
3.Ada bahan mendukung untuk mengubah dan mengembangkan diary menjadi story.Sebab dari diary menjadi story yang berarti menjadi karya fiksi.Maka perlu "bumbu"imajinasi dan ruh untuk menghidupkanynya.Jadi diary yang dijadikan stoey tidak menjadi garing.
4.Hindari rasa malu atau ragu-ragu dalam membuat diary menjadi story.Sebab rasa malu dan keraguan akan menggagalkan proses penulisan.
5.Jangan menunda proses penulisan.Maksudnya bila ingin menulis,langsung saja menulis,jangan ditunda-tunda.Sebab keinginan yang kuat merupakan energi dahsyat untuk berproduktivitas dan biasanya hasilnya optimal.
"selamat mencoba"
(Sumber;Cara Menulis Cerita Fiksi dari Buku Harian oleh;Naning Pranoto hal;30-31)

Senin, 04 November 2013
Kini sudah tak seperti dulu lagi
Kau yang dulu kuidamkan
aku sanjung
aku banggakan ,.
Kini sudah sirna
Semuanya,
Tak tersisa sebutir debu pun
Kau tanpa kejelasan,diam membisu
dimana senyumu yang dulu
kemana kau sembunyikan senyuman manismu itu,.
Saat kau terbentang dengan jarak,.denganku
saat itu,.
Namun kini,.aku tak bisa berkata
antara jalan atau berhenti
Langganan:
Komentar (Atom)




